Sabtu, 22 September 2012

Fungsi katup dan kelengkapannya

Klep atau dalam bahasa inggrisnya bernama Valve biasa di sebut juga katup berfungsi mengatur masuknya gas baru dan keluarnya gas buang sisa pembakaran pada mesin motor. Tugas dari klep sendiri sangat berat dan vital, karena apabila ada kebocoran/ganguan sedikit saja pada klep akan mengakibatkan tenaga mesin menjadi menurun atau istilah kerennya performa mesin ngedrop. Maka dari itu kenali klep atau katup dan kelengkapannya.



Klep (Valve)



Klep (Valve)
Ukuran payung Klep isap dibuat lebih lebar dari klep buang dengan tujuan agar pengisian gas baru lebih optimal. Klep isap biasanya terbuat dari campuran baja chrom dan silikon dan pada bagian dudukan dan ujung batang klep diperkeras agar klep lebih awet.

Untuk klep buang terbuat dari dua logam baja yang berbeda, untuk batang klep dari baja yang mempunyai sifat luncur yang baik dan untuk payung klep dari baja tahan panas karena temperatur pada klep buang dapat mencapai 800 derajat celcius.



Per Klep (Spring Valve)



Per Klep (Spring Valve)
Per klep atau pegas klep berfungsi untuk menutup (mengembalikan klep ke posisi semula)dan menahan klep pada saat posisi membuka.

Sebisa mungkin kekerasan pegas klep sesuai anjuran pabrik, karena apabila pegas klep terlalu lemah akan mengakibatkan klep bergetar dan pada saat putaran tinggi klep tidak akan menutup sempurna sehingga terjadi kebocoran gas yang akan mengakibatkan tenaga motor menjadi loyo.

Begitu juga sebaliknya apabila pegas klep terlalu kuat akan mengakibatkan keausan pada penggerak klep seperti noken-as dan tuas klep. Dan apabila dibiarkan terus menerus tuas klep (rocker arm) bisa patah.



Sil klep (seal valve)



Sil klep (seal valve)
Sil klep berfungsi untuk mencegah pelumas (oli) mengalir ke saluran masuk atau buang ruang bakar. Apabila sil klep rusak atau robek dapat mengakibatkan knalpot menjadi ngebul atau berasap, karena pelumas ikut terbakar di ruang bakar atau jika sil klep buang yang robek pelumas akan terbakar karena panas di knalpot.



Pengantar/pemegang klep (Split Valve Guide)



Pengantar/pemegang klep (Split Valve Guide)
Penghantar klep berfungsi sebagai selongsong atau memegang klep agar posisinya tidak goyang dan mentranfer panas pada klep ke kepala silinder. Bahannya terbuat dari besi tuang khusus dan di campur dengan tembaga. Keausan selonsong klep dapat menyebabkan posisi daun klep tidak rapat dan pemakaian oli menjadi boros karena menyelinap lewat selonsong klep.



Dudukan klep



Dudukan klep
Macam dari dudukan klep ada dua macam, yaitu
1. Langsung dibentuk pada kepala silinder, dan hanya mungkin digunakan pada kepala silinder berbahan besi tuang.
2. Dudukan klep berbentuk ring yang dipres pada kepala silinder,keuntungannya apabila ring aus dapat diganti dan lebih awet karena terbuat dari bahan yang keras.




sumber: http://www.laskar-suzuki.com/2012/04/fungsi-klepkatupvalve-dan.html

Macam macam komponen penggerak Noken as

Noken-as di gerakkan oleh komponen yang berhubungan langsung dengan kruk-as. Macam komponen penggerak noken-as yang saya ketahui ada 3 macam yaitu:



Timing Gear



1. Komponen penggerak jenis Roda Gigi (Timing Gear)
Pemakaian komponen penggerak dengan roda gigi mewajibkan jarak antara noken-as dan kruk-as harus pendek dan biasanya di gunakan pada mesin motor jenis OHV (overhead valve). Karena kerja dari komponen ini saling bertautan antar gigi yang akan menimbulkan suara berisik, maka roda gigi di buat miring dan biasanya roda gigi noken-as di buat dari bahan sintetis.



Timing Chain




2. Komponen penggerak jenis rantai
(Timing chain/keteng/kamrat)
Pemakaian komponen penggerak rantai lebih unggul dari penggerak roda gigi. Karena selain jarak antara noken-as dan kruk-as bisa di buat panjang, komponen penggerak dengan rantai relatif tidak menimbulkan suara berisik apalagi yang sudah pakai rantai silent chain seperti pada motor generasi SUZUKI SHOGUN dan penggerak rantai biasa di pakai pada mesin motor jenis OHC (overhead camshaft).



Timing Belt



3. Komponen penggerak jenis Sabuk (Timing belt)
Penggunaan komponen penggerak sabuk bertujuan untuk menekan suara berisik. Sabuk dibuat bergigi agar penyetelan tidak berubah, karena jika penyetelan sabuk salah atau berubah dapat mengakibatkan klep dan piston bertabrakan. Sabuk (timing belt) terbuat dari karet sintetis yang diperkuat dengan polyester.



sumber:http://www.laskar-suzuki.com/2012/03/macam-komponen-penggerak-noken-as.html

Macam - macam penggerak katup dengan noken-as

Anda pasti mengetahui komponen bernama klep/katup pada motor, fungsi klep sendiri adalah mengatur masuknya gas baru ke dalam silinder dan mengatur pembuangan gas bekas sisa pembakaran ke saluran buang. Tetapi hari ini saya tidak akan membahas masalah klep, tetapi saya akan membahas tentang macam - macam penggerak klep dengan noken-as.

Jika di lihat dari letaknya noken-as, penggerak klep di bagi menjadi 2 bagian yaitu penggerak katup dengan noken-as dibawah dan penggerak katup dengan noken-as dibatas. Mari kita ulas satu persatu keuntungan dan kerugiannya........

Penggerak katup dengan noken-as dibawah di bagi menjadi 2 macam, yaitu:




SIDE VALVE



1. Klep di samping (side valve)
Posisi klep berdiri terletak di samping blok mesin motor dengan payung klep berada diatas.

Keuntungannya :
- Tidak berisik
- Konstruksi sederhana
- Bentuk mesin motor menjadi pendek

Kerugiannya :
- Bentuk ruang bakar tidak terlalu besar, sehingga membutuhkan ruang yang besar.
- Penyetelan celah klep sulit.




overhead valve/OHV


2. Klep di kepala (overhead valve)
Posisi klep berada di kepala silinder dan posisinya menggantung.

Keuntungannya :
- Bentuk ruang bakar baik

Kerugiannya :
- Banyaknya bagian - bagian komponen yang bergerak, yang mengakibatkan kelembaman massa besar dan tidak ideal untuk mesin dengan rpm tinggi (khusus motor touring)

Penggerak katup dengan noken-as diatas (overhead camshaft) di bagi menjadi 2 macam, yaitu:




SOHC


1. Satu noken-as di kepala silinder (Single overhead camshaft / SOHC).
Posisi noken-as ada di atas kepala silinder dan langsung menggerakkan tuas klep. Contohnya : SUZUKI AXELO, SUZUKI, TITAN, SUZUKI Thunder, SUZUKI NEX, SUZUKI Skydrive, SUZUKI Hayate

Keuntungannya :
- Sedikit bagian komponen yang bergerak
- Kelembaman massa kecil, sangat bagus untuk mesin motor dengan rpm tinggi
- Penyetelan klep lebih mudah

Kerugiannya :
- Konstruksi mesin lebih tinggi atau lebih panjang.





DOHC



2. Dua noken-as di kepala silinder (Double overhead camshaft / DOHC).
Noken-as langsung menggerakkan mangkok penumbuk klep, Contohnya : pada motor SUZUKI Satria FU 150

Keuntungannya :
- Bentuk ruang bakar sangat baik
- Susunan klep menguntungkan karena berbentuk V
- Kelembaman massa paling kecil di bandingkan dengan yang lain.

Kerugiannya :
- Konstruksi memerlukan biaya lebih mahal.
- Penyetelan klep lebih sulit karena menggunakan shim



sumber: http://www.laskar-suzuki.com/2012/03/macam-macam-penggerak-klep-dengan-noken.html






Senin, 17 September 2012

....

setelah belajar di smansa setelah sekian bulan, sudah lumayan terbiasa,  hal-hal yang saya belum terbiasa di smansa ada beberapa hal,seperti koperasi yang buka lama banget dan tutup cepat banget -_-, bau di kantin, tapi kayaknya itu nga penting deh ._., yang masih saya bingungkan sih nama-nama gurunya pada belum hapal semua (contoh buruk), di smansa sih merasa terbiasa cepat saja karena, kakak kelasnya sebagian besar sudah kenal semua, kalo teman- teman di kelas sih biasa aja. cepat terbiasa, yang paling saya bingugkan adalah kakak kelas yang menyapa saya dan saya terkadang(selalu sih) hanya mengatakan hai karena lupa namanya ... kok  banyak yang tahu nama saya gitu ._., dan terkadang saya juga sedikit heran dibilang adeknya UGA, perasaan nga begitu mirip sih ._.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Bantalan Poros Engkol

Uraian
Crank pin & journal poros menerima beban yang berat saat mesin berputar, oleh karena itu diperlukan bantalan (biasa disebut metal) yang dilumasi oli untuk mengurangi beban gesekan tersebut agar mesin bisa berputar lembut dan mendapatkan performa yang bagus.


2. Macam Bantalan

 Pada poros engkol dan bagian lain yang berputar dengan kecepatan tinggi dan berbeban berat biasanya menggunakan bantalan tipe sisipan (insert type bearing). bantalan tipe ini mempunyai kemampuan untuk mencegah gesekan yang baik.
Berikut beberapa tipe dari bantalan sisipan:
   a. Logam Putih
      Logam putih adalah lapisan baja yang dilapisi timah putih, timah hitam, seng dan bahan lain, tipe ini biasanya digunakan pada mesin dengan beba ringan.
   b. Logam Kelmet
       Logam kelmet adalah lapisan baja yang dilapisi timah hitam dan tembaga, logam kelmet lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan logam putih, oleh karena itu biasanya digunakan pada mesin yang berbeban labih tinggi.
   c. Alumunium
      Pada tipe ini lapisan baja dilebur dengan alumunium, sehingga tipe ini memiliki efek pelepasan panas yang bagus, tipe ini sekarang lebih populer dan banyak digunakan pada mesin bensin.

3. Celah Oli Bantalan
 
Pada bantalan tersebut selain harus memiliki bahan yang bagus juga memerlukan pelumasan untuk meminimalisir keausan, nah agar oli bisa mengalir pada bantalan, diperlukan celah yang cukup. Pada umumnya celah oli ini berkisar antara 0,02-0,06 mm dan bisa berbeda pada tiap tipe mesin.
 
 
sumber:

Batang Torak dan Poros Engkol

BATANG TORAK
Batang torak (conecting rod) menghubungkan torak dan poros engkol. Bagian yang kecil disebut small end dan bagian yang besar yang berhubungan dengan poros engkol disebut big end.
Batang torak berfungsi meneruskan tenaga dari torak menuju poros engkol. Crank pin pada big end berputar deng an kecepatan tinggi saat mesin berputar hal ini mengakibatkan temperatur menjadi tinggi, untuk mengatasi hal itu maka pada bagian tersebut dipasang bantalan poros engkol atau biasa disebut metal




POROS ENGKOL
Poros engkol berfungsi merubah gerak turun naik piston melalui batang piston untuk selanjutnya dirubah menjadi gerak putar, tenaga inilah yang dipakai kendaraan untuk bisa berjalan.
Poros engkol menerima beban yang berat selama beroperasi, deng an alasan ini maka poros engkol dibuat dari bahan baja carbon khusus sehingga memiliki daya tahan tinggi.
Crank pin terpasang tidak segaris dengan poros, oleh karena itu poros engkol perlu ditambahkan counterbalance weight untuk menghindari getaran selama mesin berputar.





RODA PENERUS (FLY WEIGHT)

Roda penerus (fly weight) dipasang pada bagian belakang poros engkol untuk kendaraan bertransmisi manual. Tenaga putar dari mesin akan mudah hilang karena adanya gesekan, enertia loss, dan beban yang lain, disinilah fungsi dari roda penerus tersebut.
Roda penerus akan menyimpan tenaga putar tadi selama langkah lain selain langkah usaha. Roda penerus dilengkapi ring gear pada sisi luarnya yang berfungsi sebagai perkaitan motor starter saat melakukan start mesin, tugas roda penerus akan digantika torque converter pada mesin bertransmisi automatic.







sumber:http://oto-kita.blogspot.com/2010/12/batang-torak-dan-poros-engkol.html

Piston atau Torak

1.Konstruksi
            Torak (piston) bergerak turun naik dalam silinder untuk melakukan langkah hisap, kompresi, usaha, dan langkah buang. Fungsi utama piston adalah menerima tekanan hasil pembakaran, proses ini berlangsung terus menerus selama selama mesin hidup, oleh karena itu torak harus terbuat dari bahan yang tahan panas. Biasanya torak terbuat dari paduan alumunium, karena selain ringan bahan tersebut juga lebih mudah melepaskan panas


2. Celah Torak
            Pada saat torak panas maka akan terjadi pemuaian sehingga diameternya akan menjadi lebih besar, untuk mengantisipasi hal tersebut maka harus ada celah  atau jarak yang disediakan pada saat temperature normal, jarak ini biasa disebut celah piston (piston clearance). Celah torak berbeda tiap tipe kendaraan biasanya antara 0,02-0,12 mm, selain itu bagian atas torak memiliki celah yang lebih besar dari bagian bawah torak
 Celah torak sangat berpengaruh terhadap performa mesin, celah yang terlalu kecil bisa mengakibatkan piston macet karena tidak ada ruang yang cukup untuk pemuaian. Sebaliknya jika celahnya terlalu besar maka bisa mengakibatkan kebocoran kompresi yang bisa menurunkan performa kendaraan.









3. Pegas Torak
            Pegas torak dipasang pada alur ring (ring groove). Diameter luar torak dibuat lebih besar disbanding torak itu sendiri. Karena ring bersifat elastis ketika terpasang akan mengembang sehingga menutup rapat pada dinding silinder. Pegas torak terbuat dari bahan yang special agar kuat terhadap tekanan dan tidak merusak dinding silinder saat saling bergesekan. Jumlah ring torak bervariasi pada tiap jenis kendaraan

 Pegas torak mempunyai 3 peranan penting bagi mesin, pertama mencegah kebocoran campuran udara & bahan baker selama langkah kompresi, kedua mencegah mengalirnya oli kedalam silinder agar tidak ikut terbakar, ketiga yaitu memindahkan panas dari piston kedinding silinder

      a.       Pegas Kompresi
Pegas kompresi berfungsi untuk mencegah kebocoran kompresi dari ruang bakar kedalam bak engkol selama langkah kompresi dan langkah usaha. Pegas kompresi umumnya berjumlah 2 pegas, yang pertama disebut “ top compression ring “ dan yang kedua disebut “ second compression ring “. Tepi bagian atas ring dibuat agak tirus tujuannya untuk menjamin agar dapat menutup hubungan ring dan dinding silinder, selain itu juga membantu mengikis oli  yang ada didinding silinder.

b. Pena Torak (Pin Piston)
    Pena torak menghubungkan torak dengan batang torak dibagian yang kecil (small end). Torak & pena torak dihubungkan secara khusus seperti terlihat pada gambar.
 
c.       Celah Ujung Pegas

     Pegas torak akan mengembang seiring dengan naiknya temperature saat mesin bekerja, dengan alas an ini tiap ujung pegas diberi celah, celah ujung pegas berbeda tiap tipe mesin, umumnya adalah 0,2-0,5 pada temperature normal.
   



      d.       Pegas Pengontrol Oli
Pegas ini diperlukan untuk membentuk lapisan oli pada dinding silinder, selain itu mencegah masuknya oli kedalam ruang baker. Ada 2 tipe pegas pengontrol oli
                             1.      Tipe Integral
Tipe ini dilengkapi beberapa lubang yang menembus pada alur pegas torak yang berfungsi sebagai lubang pengembalian oli.
2.      Tipe Three-piece
Tipe ini terdiri dari side rail yang berfungsi mengikis oli, dan expander yang berfungsi untuk menekan side rail agar menempel pada dinding silinder, fungsinya sama dengan tipe integral.